animasi bergerak gif
Gaara

Senin, 30 Desember 2013

One of My Dreams : Go to CASA



Lama sudah terpendam jurnal yang kutulis sekitar 2 tahun yang lalu, ketika untuk pertama kalinya aku mengetahui CASA (Club Astronomi Santri Assalaam) PPMI Assalaam Surakarta.
dan untuk pertama kalinya membuka, melihat dan membaca blog CASA, sukses membuat hatiku berdesir-desir merinding begitu inginnya aku kesana. Begitu inginnya pula menjadikan pesantrenku agar bisa seperti Assalaam yang memiliki CASA.
Betapa kuat dan menggebunya semangatku untuk bisa mengembangkan keilmuan falak/astronomi. Pesantrenku tercinta memiliki kurikulum Ilmu Falak, pun memiliki sebuah teropong bintang, maka tunggu apalagi..? begitu pikirku akhirnya, demi kemaslahatan umat.

dan Allah mendengar inginku..
sedikit demi sedikit dibukanya jalan hidupku yang sebelumnya masih berupa episode rahasia dalam skenario rahasia pula.
ilmu Falak kini tengah kujalani, maka aku sama sekali pantang untuk menyia-nyiakannya.
rangkaian demi rangkaian asaku, mulai kujalani, dimulai dengan mengikuti Sidang Itsbat penentuan 1 Dzulhijjah secara langsung (yang selama ini sebelumnya hanya bisa aku tonton di televisi), bertemu dengan orang-orang hebat para pakar astronomi dan ilmu Falak, mengikuti kegiatan-kegiatan keilmuan ilmu Falak.. yang kesemuanya dengan kekuasaanNya, melalui perantara dosenku tercinta, bapak Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag..
dan tepat tanggal 28 Desember kemarin, dengan kekuasaanNya pula, dan melalui perantara dosenku tercinta pula, bapak Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag, aku bisa menginjakkan kakiku untuk pertama kalinya di PPMI Assalaam, juga di Observatorium CASA.. subhanallah.. alhamdulillah..
disana aku mengikuti Lokakarya dan Silaturrahmi Komunitas Ilmu Falak se-Indonesia, bertemu dengan para ahli Falak se-Indonesia.. syukur alhamdulillah.. aku benar-benar terharu..
yang sangat berkesan bagiku adalah aku bisa bertemu dengan pak Drs. AR. Sugeng Riyadi atau yang lebih akrab disapa pak AR secara langsung, setelah sekian lama aku hanya bisa melihatnya melalui blog CASA. juga aku bertemu dengan mas Nur Hidayatullah, seorang alumnus ilmu Falak IAIN Walisongo, yang kini berdomisili di Kalimantan. Dulu ketika pertama kali sebelum aku masuk di ilmu Falak IAIN Walisongo, beliau adalah orang yang pertama kali ayahku hubungi demi mendapat informasi mengenai ilmu Falak di IAIN Walisongo.

Dari event tersebut kemudian melahirkan sebuah komunitas sebagai wadah upaya pemersatu dalam bidang ilmu Falak yang berkaitan dengan ibadah, seperti penentuan awal bulan Qamariyah, arah kiblat, waktu shalat dan lain sebagainya, sekaligus upaya membumikan dan mengembangkan keilmuan, baik ilmu Falak maupun astronomi.
komunitas itu lahir dengan nama Asosiasi Maestro Astronomi dan Ilmu Falak Indonesia Merdeka (ASTROFISIKA), yang diketuai oleh ketua umum terpilih Drs. AR. Sugeng Riyadi yang merupakan Direktur CASA, dibawah naungan pembinaan yang diketuai oleh Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag.

begitu panjang rekam jejak selama 2 hari semalam yang sebenarnya terlalu singkat.. semoga berkah dan manfaat.. memang, jangan mudah puas dengan apa yang sudah didapat.. terus gali, gali dan gali.. cari, cari dan cari..
dalam keilmuan, semangatlah seakan-akan hidup seribu tahun lagi.............. :)

dan semoga, kegiatan-kegiatan berikutnya sudah menunggu untuk siap aku jajaki....

selalu ingat 100 targets -also with Allah's favor

Minggu, 22 Desember 2013

Berkah dalam Air

udah lama ya fren, gue ga nongol d blog gue.. udah kuangen buanget rasanya.. hhehe #alay
hheum.. kemaren gue abis ikut satu event lomba nulis gitu fren.. plus presentasiin apa yg kita tulis itu.. en, ini lah tulisan gue.. *jengjreng.. sayangnya gue blum rejekinya dapet juara, fren.. never mind, keep smile :)

Tema : Budaya dan Teknologi
Berkah dalam Air
Sejak kedatangannya ke Indonesia pada abad ke-13, Islam telah membawa sejuta kemilaunya kepada pribumi Indonesia, setelah sebelumnya kebudayaan telah berakulturasi begitu kompleks dari sejak zaman animisme-dinamisme hingga Hindu-Budha.
Melalui inovasi dan kreatifitas para penyebarnya, Islam dapat dengan mudah diterima di semua kalangan pribumi Indonesia. Kebudayaan-kebudayaan yang telah ada kembali di revisi dengan tanpa membuangnya secara mentah-mentah dan dikenalkan sebagai sebuah kebudayaan baru yang lahir dengan corak Islami. Berbagai ragam kebudayaan yang ada di Indonesia dewasa ini, bisa jadi merupakan buah dari proses akulturasi terdahulu yang telah berkembang.
Diantara kebudayaan-kebudayaan yang ada, mungkin memang sebagian besar mengandung berbagai nilai-nilai tersendiri yang dihubungkan dengan hal-hal mistik atau yang berkaitan dengan spiritualitas. Namun, ada juga kebudayaan yang lagaknya bila dikaji akan menimbulkan sebuah paradigma baru yang dapat mengubah cara pandang seseorang terhadap nilai dari kebudayaan itu sendiri.
Dewasa ini, di era globalisasi, semakin majunya peradaban dimana teknologi semakin berkembang, bukan hal yang mustahil menemukan sebuah hal baru dari hal-hal yang pada awalnya dianggap sebagai hal biasa atau sebagai ‘tradisi’ semata. Banyak kajian-kajian keilmiahan yang kian gencar mengenai kebudayaan. Entah itu kebudayaan yang menyangkut suatu lingkup sosial kemasyarakatan atau bahkan kebudayaan yang ada dalam suatu agama, dalam hal ini agama Islam yang berkembang di Indonesia.
Sebagai contoh, dalam masyarakat Jawa, ada sebuah ‘tradisi’ bahwa di setiap acara-acara yang di dalamnya terdapat doa-doa, dzikir, pembacaan ayat suci al-Quran atau shalawat, para hadirin dianjurkan untuk membawa air minum. Sekilas bila kita tidak meniliknya, tentu itu hanya akan menjadi sebuah fenomena biasa dimana paradigma yang terlanjur berkembang adalah “sudah adatnya begitu” atau “sudah dari sananya begitu”. Mungkin jawaban yang agaknya sudah bisa diterima akal adalah bahwa air yang dibawa—yang dibacakan doa-doa, dzikir, pembacaan ayat suci al-Quran atau shalawat—dipercaya telah berubah menjadi air yang penuh berkah. Dan bila kemudian diminum, air tersebut tentu akan membawa keberkahan bagi peminumnya.
Tradisi ini tentu tidak terlepas dari akulturasi kebudayaan sebagaimana dijelaskan di awal. Dari beragam literatur, kepercayaan di zaman animisme-dinamisme hingga Hindu-Budha di Indonesia mengatakan bahwa peranan air dalam upacara-upacara keagamaan tidak bisa dilepaskan karena air merupakan lambang kesucian, kesejukan dan keberkahan. Dari pembacaan doa-doa, jampi-jampi atau mantra dalam upacara keagamaan, air atau berbagai jenis sesaji yang dibawa dipercaya akan mendatangkan keberkahan bagi orang yang meminum air tersebut atau memakan makanan-makanan sesaji.
Terlepas dari tradisi membawa air minum dalam upacara keagamaan sebelum Islam, Islam sendiri sebenarnya telah mengajarkan perihal keberkahan air minum yang didalamnya mengandung doa-doa. Islam telah mengajarkan bagaimana urgensi membaca doa sebelum melakukan segala aktivitas termasuk minum. Nabi Muhammad saw, sang pembawa risalah pun dengan sangat baik telah memberi teladan mengenai adab dalam hal ini khususnya ketika minum. Sehingga, dalam perkembangannya, proses akulturasi kebudayaan benar-benar hanya merevisi pada bagian corak keislaman yang diutamakan dengan upaya tidak menyimpang dari syariat.
Tidak benar anggapan bahwa meminum air yang sudah diberi doa-doa dengan harapan agar disembuhkan dari penyakit atau dijauhkan dari bencana merupakan suatu hal yang musyrik. Justru doa-doa dan keberkahan atau energi positif yang ada dalam air yang diminum bisa menjadi perantara yang ampuh, tentu dengan izin dan kuasa Allah swt.
Terlebih dunia dikejutkan oleh sebuah penelitian Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang, bersama seorang sahabatnya, Kazuya Ishibashi (seorang ilmuwan ahli mikroskop), pada tahun 2003 mengungkapkan bahwa air memiliki sifat seperti pita magnetik yang bisa merekam pesan.
Penelitiannya menunjukkan bahwa molekul air yang mendapat perlakuan berbeda, akan menunjukkan reaksi yang berbeda pula. Air yang didoakan atau diberikan kata-kata positif, akan membentuk molekul kristal air yang indah ketika air tersebut dibekukan pada suhu -25° Celcius dan dipotret dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Sebaliknya, bila air diberikan kata-kata negatif, molekul kristal air akan hancur atau membentuk molekul air yang aneh dan cenderung tidak berbentuk.
Penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa doa atau perkataan yang baik mampu merubah air menjadi sesuatu yang baik bagi tubuh dan menyadarkan kepada kita bahwa perkataan yang tidak baik mampu mengalirkan energi negatif yang merubah sesuatu menjadi tidak baik. Hal ini pun menunjukkan adanya keharmonisan antara kebudayaan dalam hal ini kebudayaan dalam Islam yang pada mulanya telah terjadi pengakulturasian dengan kebudayaan-kebudayaan sebelumnya, dengan teknologi yang telah berkembang dewasa ini.
Pesatnya perkembangan teknologi semakin mampu mengungkap aspek keilmiahan dalam sebuah kebudayaan, baik kebudayaan yang menyangkut suatu lingkup sosial kemasyarakatan atau bahkan kebudayaan yang ada dalam suatu agama, dalam hal ini agama Islam yang berkembang di Indonesia. Melalui teknologi, paradigma mengenai sebuah tradisi tidak akan sempit atau dengan kata lain hanya memandang sebagai sebuah tradisi semata, melainkan sebaliknya, akan menjadi lebih luas.

Laksmiyanti Annake Harijadi Noor (Keke).

Rabu, 27 November 2013

terbawa angin ke JOGJA part. 1

wuuuuuuuuuuuusssssshh...........
angin malam tgl 21 November kenceng banget di pondok gue, pomdok Darun Najah..
sampe2 temen2 gue udah pada punya plan pulkam.. ha? apa hubungannya ye..-.-"
langsung ke intinya bahwa weekend kali ini kita (gue en fren, maksud ny) merdeka banget.. hhaha.. baru kali ini gue bisa libur weekend.. biasa ny meskipun weekend, gue tetep kuliah..
tapii.. the problem is...... gue malah kena omel ortu gara2 gue menyampaikan niat gue utk pulkam..
why? karenaaa semarang-jakarta itu lumayan, guys.. naek kereta murah tapii lamaaaa, naek pesawat cepet tapii mahaaaal.. gimana ga dilema kan gue akhirnya..-.-" gubrak!
tadinya gue punya plan jadi backpacker semarang, guys.. gue mau pinjem sepeda kak Restu (kakak 'angkat' gue d semarang), kan lumayan gitu gue nge-goes keliling2 semarang.. wuihh.. gue ngebayangin nya seru banget guys.. tapi kata temen gue, "Ke, kita kan d semarang masih lama, masih bisa kapan2 keliling2 semarang.. sekarang kemana dulu aja gitu, daripada kamu sendirian d pondok.."
TING!
gue mengiyakan.
masalah nya gue kemana..? masak gue harus luntang lantung ga karuan tak tentu arah kayak gembel d semarang? >ngenes<
akhirnyaaaaa...
TING! (lagi) *sapa sih yg bunyiin lonceng??!-_-"
gue punya IDE guys! dalam benak gue langsung terbesit satu kota dimana disana kota terdekat temen2 gue berada, kota sejuta pesona, eh, salah, kota sejuta angkringan.. batik.. bakpia.. jeng jrengg.. JOGJA..!!
gimana kalo gue k jogja aja, ya.. lumayan kan daripada lumanyun.. hhehe..
akhirnya tanpa basa basi gue langsung sms temen gue bernama Desy yang ntar bakal jadi guide gue selama d jogja.. hhohoho.. dan pastinya tempat sandaran gue ntar-hah? apaan ya? tempat nebeng nginep gue gitu maksudnya..-.-"
singkatnyoooo, Desy menyanggupi tuh guys, Jumat pagi tgl 22 November gue langsung packing buku2 kuliah gue beserta dua potong baju lengkap dengan peralatan mandi gue ke dalam tas..
chappchuuusss...
gue udah bayangin hari2 k depan gimana gue ntar d jogja.. asiiiiiiiikk.. kayak ny seneng banget gue.. *amin
:)

tibalah dimana gue akhirnya harus meninggalkan semarang.. hiks hiks hueks.. hhehe :'D
gara2 gue d minta utk hadir rapat kepanitiaan dulu jam 15.30, gue ga langsung berangkat sih.. gue nunggu dulu d warung mi ayam depan kampus, jelas sambil makan mi ayam..! gue nunggu sampe jam 15.30 n kayaknya lagak2nya nih yee dasar orang Indonesia, pada ngarett..!! huh.. gue langsung sms ketua panitia n koordinator sie acara buat minta ijin gabisa ikut rapat.. hueh, gue bisa2 kemaleman ntar nyampe jogja, kasian temen gue yang ngejemput gue disana, kan..
akhirnya gue langsung naik minibus.. go to terminal Mangkang..
gue d kasih tau temen gue naik dari Mangkang aja yg lebih deket dari kampus.. gue udah ga sabar pengen cepet2 nyampe Mangkang n segera dapet bus k jogja..
singkatnyoooo udah lama, panas, gue nyampe Mangkang n ternyata.....
"mbak, klo k jogja, naik ny dari terminal Terboyo.. klo d Mangkang ga ada.."
GUBRAK-_-"
gue pun dari Mangkang naik minibus lagi yg langsung k terminal Terboyo..
hueeeeeeeeeeeehh.. gila! jauh banget, macet pula.. gue udah eneg ngebayangin gue nyampe jam berapa ntar d jogjaa.. huft! gue bete
setelah bermacet macet ria, berpanas panas ria, berbete bete ria, akhirnya gue nyampe juga d Terboyo dengan selamat, alhamdulillah.. :) -> ttep keep smile
langsung gue sa'i menuju tempat pemberhentian bus2 gede antar kota..
"pak, klo yg ke jogja dmna ya..?"
"k jogja, mbak? waduh, jam segini ya udah ga ada mbak.."
GUBRAK-_-" (lagi)
pelajaran yg d dapat hari ini adalah : jangan pernah sekali-kali cari bus k jogja d atas jam 5 sore..!! ga bakal ada.. udah expired alias udah abis, guys..!
"naik yg ke solo aja dulu, mbak.."
tanpa pikir panjang gue langsung nurut apa kata bapak2 itu.. gue langsung naik bus yang k solo.. hhaha.. ampuun deh..
siip.. gue naik bus.. pertama2 gue kira bakal terus lewat jalan tol tanpa berhenti, secara "patas" gitu.. tapi kenyataan nya... "nah lho? kok keluar tol ya?" gue ngebatin..
ternyata cuma nyampe banyumanik guys..! catatan : banyumanik itu masih semarang..!! semarang keneh.. haduh.. lamaaaaaaaa banget rasa ny untuk keluar dari wilayah semarang itu.. kesel banget gue..
singkatnyoooo.. mendekati daerah2 sebelum kertosuro, gue nanya k sopir nya..
"pak, ntar klo k jogja jam segini masih ada bus yg kesana..?"
-> gue udah khawatir aja kagak ada bus ntar gimana nasib gue.. masak gue harus luntang lantung d solo tanpa sanak saudara, makin kayak gembel, lebih gembel daripada gue harus luntang lantung d semarang..
malem2 pulaaaaaaaa.. status gue terancam berubah jadi GEMBEL :'{
"ada, kok, mbak.. banyak kok bus yg ke jogja, ntar mbak turun d tugu d kertosuro.. kalo k solo, ntar jauh, masih harus muter.."
SIIPP.. fiiuuh.. alhamdulillah.. gue seneng.. status gue masih MAHASISWA..!!
singkatnyoo.. ternyata banyak juga penumpang yg senasib ma gue yg mau oper bus k jogja..
mbak2 cantik salah seorang penumpang yg sama kayak gue nanya," mbak k jogja?"
"iya, mbak.."
"iya ntar banyak mbak bus biasanya ada ----(tiiiittt->nyebut merk bus)"
"oh.. mbak udah biasa ya k jogja jam segini, ganti bus dsini..?"
"iya, mbak.."
gue manggut2.. ga perlu khawatir lagii deh.. alhamdulillah.. :)
dan pada akhirnyaaa ada bus nya deh.. hhehe.. gue pun naik bus itu dan langsung pesen k kondektur nya sepiring nasi goreng, nah lho???-.-" engga, gue langsung pesen minta turun Janti.. gue d suruh temen gue turun d situ biar ga jauh2 k terminal katanya.. sip dah.. padahal gue kagak tau dmna Janti itu.. pura2 tau aja.. hhoho..
kata temen gue ntar abis lewat prambanan, ada jembatan layang, nah turun dsitu.. itu yg nama ny Janti..
gila..!! padahal ternyata prambanan sama jembatan layang itu JAAAAAUHHH guys..! gue langsung ngomel2 dalam hati.. sesat banget nih temen gue, gue udah dag dig dug takut salah turun ntar gue tersesat d kota orang gimana coba..?? status gue berubah jadi GEMBEL dong.. hiks..
"padahal yang bener itu setelah bandara Adi Sucipto..!!! bukan prambanan.. prambanan masih jauh banget k jembatan layang..!!" gue ngomel..
tapii.. masih syukur temen gue mau jemput gue yg dalam hal ini adalah seorang tamu yang kedatangannya sama sekali ga d harapkan, datang n muncul secara tiba2 ga d undang n juga ga d anter -> jelangkung dong..
muncul tiba2 kayak alien yg udah mau nyulik manusia bumi, eh, manusia jogja berarti.. hhaha
karena udah malem, jam hp gue menunjukkan pukul 21.30, Desy yg cewek ga mungkin keluar malem2 sendirian jemput gue.. gue juga kasian n ga enak ma dia.. akhirnya yg jemput gue itu abi gue, kenapa gue panggil 'abi'..? karena dia pacar umi gue, Milzam namanya.. (lha umi gue namanya Wihda.. hhehe, *sengaja ah gue tulis disini.. ;) ) jadi, yg kasih info tadi itu n yg gue omelin itu ya si abi Milzam..

oke, guys, perlu gue kenalin temen2 gue yg d jogja itu ada 5 orang..
Desy, Gina alias Ogien, Sani, abi Milzam, Ian..
Desy itu mahasiswi psikologi UIN Sunan Kalijaga
Ogien mahasiswi arsitek UII
Sani mahasiswi akutansi UTY
abi Milzam mahasiswa KUI UIN Sunan Kalijaga
Ian mahasiswa hukum UII

tapii.. Ian lagii k bandung guys.. menjenguk 'sang cinta' katanya.. hhehe.. ciieee ah..
hheum.. so, aku 'cuma' temu kangen bareng Desy, Ogien, Sani n abi..
tapii trnyata plus plus kok.. singkatnya Ogien ngenalin temen nya k kita kita.. Sani juga.. tapii kalo Ogien bawa temen cewek, Sani bawa temen cowok.. ehem..
ah, ntar ya cerita detailnyaa..

oke, balik lagi k malem hari dimana gue nyampe k tempat tinggal Desy, alias kos kosannya Desy..
kesan pertama gue liat kosannya Desy : "waw.. gede amat.."
halamannya luas banget guys.. tapiiiiiiiiii..
"sstttt.. pelan2 ya masuknya.." Desy bisik2 ngomongnya.. "takut ketahuan ibu kos ntar.."
gue nurut2 aja.. ternyata eh ternyata, ibu kos Desy tuh terkenal killer guys.. hhaha.. kayak dosen aja "killer".. :P

*bersambung alias to be continue.................

Rabu, 30 Oktober 2013

segurat tekad di 29 10 13

saat mata kuliah tauhid, gedung G2, tengah berlangsung...

dimana langit yang agak kelabu, menggantung awan hitam-abu..
dimana satu tekad telah tercoret di atas secarik kertas 'rencana' kehidupan..
dengan harap-harap cemas kepada Sang Pemberi kertas kehidupan..
berharap agar diridhai..

ikhtiar dan doa yg beriringan..

tingginya IP memang pintu yang mengantarkan pada cepatnya kelulusan..
tapii bukan IP yang dicari..
bukan IP yang menjadi nomer 1 dalam kehidupan perkuliahan..
IP bukan segalanya..
tetapii.. tulus ikhlasnya niat dalam kuliah.. tulus ikhlasnya dalam menuntut ilmu..

MAN JADDA WA JADA
kesungguhan yg mengantarkan pada kesuksesan..
selama kesungguhan itu ada, insya Allah IP pasti akan mengikuti..

semester 1 ini IP ku harus di atas 3,5 !!!
supaya semester 2 aku bisa ambil 24 SKS !!!

supaya aku bisa lulus S1 dengan CEPAT..
dan aku bisa cepat melanjutkan ke S2..

AMIIN..
ridhai hamba ya Allah..


^annake - hamba Allah yg selalu mengharap ridhaNya

Selasa, 29 Oktober 2013

makalah mata kuliah Astronomi I milikku (tapii sayang yaa guys, gambar dalam makalah inii ga ke-copy k postingan.. :[ )

FENOMENA ALAM YANG TERJADI SEBAGAI
KONSEKUENSI PERGERAKAN BUMI

Makalah

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Astronomi I
Dosen Pengampu : DR. Rupi’I Amri, M.Ag

 



Oleh :
Laksmiyanti Annake Harijadi Noor
NIM : 132611003


PROGRAM STUDI ILMU FALAK
FAKULTAS SYARI’AH DAN EKONOMI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) WALISONGO SEMARANG

2013


BAB I
PENDAHULUAN

A.           Latar Belakang Masalah
Manusia sebagai makhluk berpikir dibekali hasrat ingin tahu tentang benda dan berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Fenomena alam yang terjadi terutama di atas permukaan bumi tempat manusia tinggal, pada mulanya menimbulkan berbagai pertanyaan yang kemudian mendorong manusia untuk menyingkapnya. Pemikiran-pemikiran bermunculan mulai dari pemikiran sangat sederhana hingga pemikiran kompleks, akibat zaman yang semakin berkembang.
Setelah sedemikian panjang proses pencarian dan penyingkapan, diketahuilah bahwa fenomena alam yang terjadi di bumi merupakan konsekuensi dari pergerakan bumi itu sendiri. Beragam pergerakan bumi mengakibatkan beragam fenomena alam pula. Seperti terbit tenggelam benda langit yang diakibatkan oleh gerak rotasi bumi, perubahan tata musim akibat adanya gerak revolusi bumi dan lain sebagainya.
Dewasa ini, begitu banyak literatur yang dapat dijadikan rujukan atau referensi mengenai hal ini. Begitupun dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan penjelasan kembali mengenai pergerakan-pergerakan bumi dan fenomena alam yang ditimbulkannya.

B.            Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.             Bagaimana dan apa saja ragam pergerakan bumi?
2.             Bagaimana pengaruh pergerakan bumi terhadap fenomena alam yang terjadi?



BAB II
PENGARUH PERGERAKAN BUMI TERHADAP FENOMENA ALAM

A.           Ragam Pergerakan Bumi
Dalam perjalanannya, bumi tidaklah diam, melainkan melakukan beragam pergerakan yang kemudian dapat menimbulkan beragam fenomena alam. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Adz Dzariyat (51) : 20 mengenai tanda-tandaNya yang terdapat di bumi.
وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ
”Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.”
Diantaranya terdapat 5 pergerakan yang dilakukan bumi sekaligus, yaitu:
1.             Rotasi
Gerak rotasi adalah gerak bumi mengitari porosnya sendiri. Bumi berotasi dari barat ke timur dengan sekali putaran sebesar 360° ditempuh dalam waktu 23 jam 56 menit 4 detik.
Bukti bahwa bumi berotasi ; ayunan Foucault, percobaan Benzenberg dan Reich.

·                   Ayunan Foucault
Pada tahun 1851, Foucault mengadakan percobaan pendulum (bandul) yang diikatkan (digantungkan) pada puncak bangunan tinggi. Agar bandul yang diayunkan arahnya tetap, maka dipakai patokan bintang spica (bintang tetap). Ternyata setelah diamati, setiap 6 jam bandul mempunyai gerak yang berbeda.[1]
 
·                   Percobaan Benzenberg dan Reich
Benzenberg (1802) mengadakan percobaan dengan menjatuhkan sebuah peluru logam dari puncak menara. Ternyata peluru itu tidak jatuh persis dibawahnya, namun agak melenceng ke arah timur. Hal itu membuktikan bahwa bumi berotasi dari barat ke timur.
Reich (1831) juga melakukan percobaan yang serupa pada sebuah lubang pertambangan, dan ternyata hal yang serupa didapatkan.[2]

2.             Revolusi
Gerak revolusi adalah gerak bumi mengelilingi matahari pada bidang orbitnya. Selama mengelilingi matahari, poros bumi selalu miring membentuk sudut 23,5° terhadap garis yang tegak lurus ekliptika (bidang orbit). Bumi berevolusi dari barat ke timur dengan sekali putaran penuh ditempuh dalam waktu 365 hari 6 jam 9 menit 10 detik.
Bukti bahwa bumi berevolusi ; gejala paralaksis bintang dan aberasi cahaya bintang.
·                   Gejala paralaksis bintang
Paralaks (beda lihat) bintang adalah pergeseran kedudukan bintang yang dekat ke bumi terhadap latar belakang bintang-bintang yang lebih jauh disebabkan oleh pengamat di bumi mengubah kedudukannya.[3]

·                   Aberasi cahaya bintang
Aberasi cahaya bintang merupakan perpindahan cahaya tampak dari sebuah bintang. Peristiwa aberasi cahaya bintang dapat dianalogikan dengan aberasi tetes air hujan yang menimpa seorang pemakai payung. Ketika orang tersebut diam, maka ia akan mengamati bahwa tetes air hujan jatuh tegak lurus mengenai payung. Tetapi ketika orang tersebut bergerak (berjalan), tetes air hujan akan tampak jatuh miring dan seolah-seolah akan terciprat.

3.             Presesi

Gerak presesi adalah pergerakan poros bumi terhadap bidang ekliptika yang disebabkan oleh gravitasi matahari. Bergerak searah jarum jam terhadap vertikal selama 25.800 tahun.[4]

4.             Nutasi
Gerak nutasi adalah pergerakan poros bumi pada presesi yang bergelombang akibat gravitasi bulan. Tiap gelombang ditempuh selama 18,66 tahun. Gerak nutasi mengakibatkan berubahnya permukaan bumi yang terkena bayang-bayang bulan saat terjadi gerhana matahari.

5.             Apsiden
Gerak apsiden adalah gerak titik aphelium dan perihelium bumi yang bergeser dari timur ke barat. Pereseran ini ditempuh bumi selama 21.000 tahun.[5]

B.            Pengaruh Pergerakan Bumi Terhadap Fenomena Alam yang Terjadi
Berikut akan dijelaskan mengenai pengaruh pergerakan bumi yang hanya mempengaruhi fenomena alam keseharian atau dengan kata lain yang biasa teramati oleh manusia.
1.             Akibat gerak rotasi
·                   Gerak semu harian benda langit
Setiap hari manusia mengamati peredaran benda langit termasuk matahari melintas dari timur ke barat. Pergerakan ini bukan disebabkan oleh pergerakan benda langit tersebut, melainkan disebabkan oleh rotasi bumi yang bergerak dari barat ke timur (berlawanan arah jarum jam).

·                   Pergantian siang dan malam
Firman Allah swt dalam QS. Yunus (10) : 6
إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ
“Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.”
Saat bumi berotasi, belahan bumi yang terkena sinar matahari mengalami siang, sedangkan belahan bumi yang tidak terkena sinar matahari mengalami malam. Begitupun seterusnya selama bumi berotasi.

·                   Pembelokan arah angin
Firman Allah swt dalam QS. Shaad (38) : 36
فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ
“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya.”
Pergerakan angin di muka bumi tidak semata-mata bergerak searah atau bergerak lurus dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Melainkan berbelok ke arah kanan di belahan bumi utara (BBU) dan ke arah kiri di belahan bumi selatan (BBS) akibat adanya efek gaya Coriolis pada angin yang disebabkan oleh gerak rotasi bumi.
Perubahan pergerakan angin ini kemudian disimpulkan ke dalam sebuah hukum oleh Buys Ballot, yaitu :
                                                          i.              Udara (angin) bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.
                                                        ii.              Di belahan bumi utara angin berbelok ke kanan dan di belahan bumi selatan angin berbelok ke kiri.[6]

2.             Akibat gerak revolusi
·                   Gerak semu tahunan matahari
Gerak semu tahunan matahari merupakan gerak matahari yang seakan-akan berpindah-pindah atau berbolak-balik dari khatulistiwa ke 23,5° LU dan LS setiap tahunnya.

·                   Perubahan lama siang dan malam
QS. Al Hadid (57) : 6
يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَهُوَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”
Pada ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Dia-lah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam sesuai dengan hikmat dan ketentuan yang dikehendakiNya. Kadang-kadang siang lebih panjang dari malam, kadang-kadang malam lebih panjang dari siang serta kadang-kadang sama panjangnya. DijadikanNya musim panas, musim dingin, musim semi dan musim gugur, yang bermanfaat bagi hambaNya, dan sesuai pula dengan rencanaNya. Dia-lah yang mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi sampai kepada benda yang paling kecil dan Dia mengetahui apa yang tergerak dalam hati hambaNya.[7]
Adanya gerak semu tahunan matahari juga berpengaruh kepada lama siang dan malam di muka bumi. Ketika matahari sampai pada tanggal 21 Maret dan 23 September yaitu ketika matahari berada tepat di garis khatulistiwa, semua tempat di bumi mengalami siang dan malam yang sama panjang, 12 jam.
Namun, ketika matahari berada di GBU pada tanggal 21 Juni, bumi belahan utara akan mengalami siang yang lebih panjang daripada malam. Sebaliknya, belahan bumi selatan mengalami siang yang lebih pendek daripada malam. Sedangkan daerah sekitar lingkaran Kutub Utara akan mengalami siang terus menerus karena mendapat sinar matahari selama 24 jam. Dan sebaliknya, daerah lingkaran Kutub Selatan akan mengalami malam terus menerus karena tidak mendapat sinar matahari selama 24 jam.

·                   Pergantian musim
Revolusi bumi dan kemiringan poros bumi terhadap ekliptika mengakibatkan terjadinya pergantian musim sepanjang tahun di daerah iklim sedang.
Belahan bumi secara bergantian condong ke arah matahari atau menjauhi matahari, sehingga menimbulkan 4 musim yang berbeda.

·                   Pasang surut air laut

Pasang surut air laut merupakan peristiwa naik dan turunnya permukaan air laut yang disebabkan oleh gaya gravitasi matahari dan bulan. Namun, karena posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi, pengaruh gravitasi bulan jauh lebih berpengaruh terhadap fenomena pasang surut air laut di bumi.
Meski demikian, ketika kedudukan matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus, resultan gaya gravitasi matahari dan bulan menghasilkan pasang air laut lebih tinggi dan surut yang lebih rendah.

·                   Gerhana bulan dan gerhana matahari
Gerak revolusi bumi juga mengakibatkan adanya peristiwa gerhana bulan dan gerhana matahari di muka bumi.
Gerhana bulan terjadi apabila matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus dengan bulan memasuki umbra (bayang-bayang) bumi (oposisi). Sedangkan gerhana matahari terjadi pada waktu matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus dengan bulan membelakangi bumi sehingga sebagian permukaan bumi yang mengalami gerhana mendapat umbra bulan.

3.             Akibat gerak presesi
·                   Perubahan tata musim
Gerak presesi bumi menyebabkan berubahnya tata musim di muka bumi. Apabila gerak presesi telah menempuh setengah lingkaran dari pergerakan satu putaran penuhnya, perubahan tata musim di muka bumi akan sangat terasa. Dengan tata musim saat ini, yaitu belahan bumi utara pada tanggal 22 Desember sampai 21 Maret biasanya mengalami musim dingin, dan belahan bumi selatan akan mengalami musim panas, maka 13.000 tahun yang akan datang, pada kisaran tanggal yang sama, kedua belahan bumi akan mengalami musim sebaliknya.[8]


BAB III
KESIMPULAN

Dalam perjalanannya, bumi tidaklah diam, melainkan melakukan beragam pergerakan yang kemudian dapat menimbulkan beragam fenomena alam. Diantaranya terdapat 5 pergerakan yang dilakukan bumi sekaligus, yaitu rotasi, revolusi, presesi, nutasi dan apsiden.
Pergerakan bumi yang mempengaruhi fenomena alam keseharian atau dengan kata lain yang biasa teramati oleh manusia, diantaranya :
·                                                                  Akibat rotasi      : gerak semu harian benda langit, pergantian siang dan
  malam, pembelokan arah angin.
·                                                                  Akibat revolusi  : gerak semu tahunan matahari, perubahan lama siang dan
malam, pergantian musim, pasang surut air laut, gerhana
bulan dan gerhana matahari.
·                                                                  Akibat presesi    : perubahan tata musim


PENUTUP

            Demikianlah makalah ini kami buat. Kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari kata sempurna, baik itu dari segi penulisan, gaya bahasa yang kami paparkan atau juga sistematika pengambilan referensi. Seperti pepatah tak ada gading yang tak retak. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritikan yang bersifat membangun serta saran guna memperbaiki dan mengevaluasi makalah ini.
            Semoga makalah ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kami dan bagi semua kalangan pada umumnya. Amin.



DAFTAR PUSTAKA

Ayu, Erlina. 2011. Pengetahuan Luar Angkasa, Cuaca dan Fenomena Alam. Jogjakarta : Familia.
Becklake, Sue. 2005. Ruang Angkasa. Bandung : Pakar Raya.
Braham, Ian. 2005. Seri Intisari Ilmu : Ruang Angkasa. Jakarta : Erlangga For Kids.
Departemen Agama RI. 1993. Al Quran dan Tafsirnya jilid IX. Semarang : Citra Effhar.
Kanginan, Marthen. 2006. Seribu Pena Fisika SMA jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Kerrod, Robin. Bengkel Ilmu : Astronomi. Jakarta : Esensi.
Marbun. 2004. Ensiklopedia Geografi jilid I. Bogor : Yudhistira.
Mubarok, Hilmi. 2009. Ringkasan Dasar-Dasar Ilmu Falak. Tasikmalaya.
Mubarok, Hilmi. 2011. Ilmu Falak. Tasikmalaya.
Wat, Fiona. 2004. Cuaca dan Iklim. Bandung : Pakar Raya.
Wilkes, Angela. 2003. Ensiklopedia Mini Dunia Kita. Jakarta : Erlangga For Kids.



[2] Ibid.
[3] Marthen Kanginan, Seribu Pena Fisika SMA jilid 2, 2006. Jakarta : Erlangga, hal. 44.
[4] Ibid, hal. 45.
[5] Hilmi Mubarok, Ringkasan Dasar-Dasar Ilmu Falak, 2009. Tasikmalaya.
[6] Op. Cit, hal. 43.
[7] Departemen Agama RI, Al Quran dan Tafsirnya jilid IX, 1993. Semarang : Citra Effhar, hal. 695.
[8] Hilmi Mubarok, Ilmu Falak, 2011. Tasikmalaya. hal. 23.