sudah 4 tahun aku disini, di BIUBS alias Benda Islamic Union Boarding School.. dan layaknya aku sebagai seorang anak didik, ga bisa balas dengan apa-apa, ketika akhirnya aku lulus dan pergi.. hanya terimakasih dan maaf yang terangkai dalam untaian doa..
yang aku pikirkan kemudian adalah, aku HARUS melakukan sesuatu..!! aku harus mengungkapkan perasaanku, betapa aku MENYAYANGI ustadz-ustadzahku, betapa aku MENGHORMATI dan MENGHARGAI setiap peluh jerih payahmu..
dan payahnya aku.. aku kurang bisa mengungkapkannya secara langsung dengan lisan, dan aku berpikir betapa tak berkesannya bila hanya kata-kata itu mengalir begitu saja melalui lisan..
maka akhirnya, di suatu sore yang mendung di bulan Maret, aku mulai menggoreskan deretan kata-kata buah pikir dan ketulusan hatiku, untukmu, ustadz-ustadzahku..
kemudian lama ku pendam surat ini, mencari waktu dan meikirkan cara yang tepat.. entah mungkin akhirnya pada tanggal 9 april 2013, engkau menemukan secarik kertas yang dilipat di atas mejamu.. ketika kau buka, maka itulah suratku..
aku tak tau, apakah saat itu, adalah waktu yang tepat atau bukan.. hanya engkau dan Allah yang tau..
*maaf bila engkau jadi bertanya-tanya siapa pengirim surat itu.. karena aku merahasiakannya.. aku terlalu malu untuk menuliskan namaku secara terang-terangan.. tapi, ketika ada salah seorang darimu, ustadz-ustadzahku, menebak siapa pengirim surat itu, atau mungkin engkau benar-benar tau siapa pengirim surat itu, aku sangat bahagia, aku sungguh menangis terharu.. iya, itu AKU, ustadz-ustadzahku..
seorang hamba Allah yang selalu mengharap ridhaNya, berharap di setiap liku kehidupanku selalu berada dalam keridhaanNya.. anandamu, "Laksmiyanti Annake Harijadi Noor (Keke)"
di suatu senja penuh gumpalan kapas kelabu menggantung
di atap bumi..
@ bulan Maret 2013
bismillahirrahmanirrahim..
kaifa haluk ustadz-ustadzahku..?
disini ku kan selalu mendoakanmu, agar engkau selalu berada dalam naungan rahmat-rahim Allah..
kaifa haluk ustadz-ustadzahku..?
aku tak tau bagaimana keadaanmu di kala engkau menerima dan membaca deretan kata di atas kertas ini..
namun, satu hal, ustadz-ustadzahku, aku akan berterimakasih karena engkau telah meluangkan waktu berhargamu untuk membacanya.
shobahul khoir, ustadz-ustadzahku..
di kala fajar mulai menghempaskan diri, di kala tetesan demi tetesan embun memenuhi dedaunan dan di kala wewangian basah tanah menyeruak menyapaku, aku tau, pagi ini harus kusambut dengan senyum penuh kebahagiaan dan kesyukuran..
karena aku tau, pagi ini merupakan awal ku sambut hangat tatapan lembut darimu, ustadz-ustadzahku..
tatapan seorang guru kepada anak didiknya, yang penuh kesabaran dan perhatian, yang bahkan terkadang menyerupai tatapan orangtua ku yang jauh disana..
dan aku pun harus mempersiapkan diri, menerima pengajaranmu, menerima untaian kalimat-kalimat syarat makna darimu, yang kelak tentu kan berguna dalam liku kehidupan yang terbentang di hadapanku..
naharukas sa'id, ustadz-ustadzahku..
di kala mentari semakin tinggi di siang ini, engkau masih setia mengorbankan diri, menggesekkan telapak kakimu di gersang dan panasnya jalanan, demi aku..
demi memenuhi besarnya rasa tanggungjawabmu, dan aku tau, siang ini, harusnya aku hargai dan hormati peluhmu, dan siang ini, harusnya aku sadar betul tugasku sebagai anak didikmu yang butuh akan pengajaran dan bimbinganmu, tapi, terkadang aku mengecewakanmu, ustadz-ustadzahku..
terkadang aku terlalu sombong, keras atau merasa jenuh, hingga engkau aku abaikan..
maafkan aku, ustadz.. maafkan aku, ustadzah..
lailatukas sa'idah, ustadz-ustadzahku..
malam mulai datang menyelimuti, ustadz-ustadzahku..
sinar mentari perlahan mulai meredup, mentari telah saatnya untuk turun, berganti rembulan dan gemintang menghias langit hitam. namun, ustadz-ustadzahku, mentari tak menangis sedih ketika malam menyelimuti, rembulan dan gemintang pun tak terbahak riang akan turunnya mentari..
biarpun malam menjadi isyarat akan adanya perpisahan, biarpun malam menjadi isyarat akan habisnya waktuku denganmu, ilmu yang telah engkau beri tak akan pernah habis, ilmu yang telah engkau beri tak akan mengenal kata perpisahan, ustadz-ustadzahku..
ilmu yang engkau beri akan selalu terpatri, tersimpan rapat untuk esok di lain hari dimana aku tak lagi bersamamu..
terimakasih, ustadz-ustadzahku.. terimakasih..
maaf, ustadz-ustadzahku.. maaf.. maafkan aku..
hanya doa yang akan terus mengalir, terurai dari hati, semoga kelak aku dapat bertemu denganmu kembali dalam kedamaian abadi..
*hamba Allah yang selalu mengaharap ridhaNya..
Kamis, 11 April 2013
Senin, 01 April 2013
fenomena atmosfer sebagai atap yang terpelihara
subhanallah wal hamdulillah..!!
salah satu faktor yang menjadikan planet tempat tinggal kita, planet Bumi, dapat dihuni ialah karena adanya lapisan pelindung yang disebut atmosfer. Atmosfer berfungsi untuk melingkupi dan melindungi Bumi dari berbagai ancaman luar angkasa, seperti adanya kemungkinan bertabrakan dengan meteorid maupun benda-benda luar angkasa lainnya.
bila kita lihat ke belakang, jauh sekali sejak abad ke 7 M, alQuran telah menjelaskan fenomena tentang atmosfer Bumi sebagai atap yang terpelihara, sedangkan para ilmuwan baru menemukan fakta ini pada abad 20 M.
salah satu faktor yang menjadikan planet tempat tinggal kita, planet Bumi, dapat dihuni ialah karena adanya lapisan pelindung yang disebut atmosfer. Atmosfer berfungsi untuk melingkupi dan melindungi Bumi dari berbagai ancaman luar angkasa, seperti adanya kemungkinan bertabrakan dengan meteorid maupun benda-benda luar angkasa lainnya.
bila kita lihat ke belakang, jauh sekali sejak abad ke 7 M, alQuran telah menjelaskan fenomena tentang atmosfer Bumi sebagai atap yang terpelihara, sedangkan para ilmuwan baru menemukan fakta ini pada abad 20 M.
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (QS. alAnbiya : 32)
yang perlu kita tafakuri, apa jadinya kalau Bumi tidak memiliki atmosfer?
pasti jutaan benda luar angkasa akan jatuh ke Bumi sehingga menjadikan Bumi tempat yang tidak dapat dihuni.
selain atmosfer, Bumi juga dilindungi oleh sabuk van allen yang tercipta akibat inti Bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi. hal ini menyebabkan timbulnya medan magnet yang besar melingkupi Bumi dan berfungsi sebagai perisai melawan radiasi berbahaya dari matahari secara terus menerus yang mengancam kehidupan makhluk hidup.
sabuk van allen merupakan ni'mat Allah yang patut disyukuri, meski keberadaannya sendiri masih belum banyak diketahui manusia. satu-satunya planet berbatu yang berkemungkinan memiliki medan magnet seperti Bumi ialah Merkurius. namun, kekuatan medan magnetnya 100 kali lebih kecil dari Bumi. sedangkan planet yang disebut sebagai kembaran Bumi, planet Venus, sama sekali tidak memiliki medan magnet.
*pernah jadii bahan pidato pas bai'at hari Kamis di BIUBS ^^
tanda tanya besar untuk teori evolusi
bismillah.. hai, guys.. ini adalah tulisanku untuk tugas Biologi di BIUBS (Benda Islamic Union Boarding School) tentang evolusi.. semoga bermanfaat.. ^^
sebuah pertanyaan besar memenuhi ruang kepala manusia selama berabad-abad mengenai rahasia asal-usul terciptanya bentuk biosistem yang telah sangat kompleks di muka bumi sekarang ini.
sebuah pertanyaan besar memenuhi ruang kepala manusia selama berabad-abad mengenai rahasia asal-usul terciptanya bentuk biosistem yang telah sangat kompleks di muka bumi sekarang ini.
tercatat, manusia dengan segala bentuk kesempurnaannya melakukan berbagai penelitian dan melahirkan buah pemikiran demi mencari jawaban pertanyaan besar tersebut.
berawal dari seorang Charles Darwin yang kemudian mencetuskan sebuah teori evolusi penuh kontroversial di jagad ini.
akibat pengaruh pemahamannya sebagai seornag atheis, Drawin mencari-cari pemecahan pertanyaan besar yang membelitnya itu dengan sebuah simpulan akhir bahwa semua makhluk hidup yang ada saat ini, termasuk manusia, telah mengalami proses bernama evolusi. artinya, semua makhluk hidup merupakan variasi bentuk spesies baru dari makhluk hidup sebelumnya di masa lampau.
evolusi itu sendiri merupakan suatu proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun.
namun, perkembangan teori evolusi ini hingga abad ke 21 pun tetap tidak mengalami kemajuan, atau dengan kata lain, kebenaran teori ini sama sekali tidak dapat dibuktikan.
kemudian muncullah seorang ilmuwan berkebangsaan Turki, Harun Yahya yang menentang teori evolusi Darwin. melalui buku-bukunya ia membantah berbagai unsur teori evolusi Drawin, seperti variasi, spesies dan homologi.
evolusi menyebut variasi dalam suatu spesies sebagai bukti kebenaran teorinya. namun, menurut Harun Yahya, variasi bukan bukti evolusi karena variasi hanya merupakan hasil kombinasi informasi genetis yang telah ada. sebagai contoh, Darwin menyatakan bahwa paus berevolusi dari beruang yang berusaha berenang. pendapat ini jelas dibantah oleh Harun Yahya. ia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan abad 21 telah menunjukkan bahwa skenario evolusi hanya khayalan.
kemudian mengenai kemiripan struktural antara spesies yang berbeda atau yang disebut homologi, Darwin menyatakan bahwa manusia memiliki kekerabatan dengan kera jika dilihat dari beberapa persamaan struktur tubuh seperti kelenjar susu yang terletak di dada, struktur, jumlah dan macam kerangka, susunan kimia organ darah dan bentuk rahim dengan tipe simpleks.
menurut Harun Yahya, homologi merupakan argumen menyesatkan dan belum pernah dibuktikan oleh satu temuan konkret pun hingga saat ini. justru fakta menunjukkan bahwa kode genetis beberapa makhluk yang memiliki organ homolog, sama sekali berbeda satu sama lain.
contoh mencolok misalkan pada kemiripan struktur mata manusia dengan gurita, tentu saja manusia dengan gurita merupakan 2 spesies yang jauh berbeda.
belum lagi pernyataan Darwin mengenai kemiripan besar antara DNA manusia dengan DNA kera. jika hal ini benar, maka manusia memiliki kerabat lebih dekat dengan kentang, dibanding kera. manusia dan kentang memiliki jumlah kromosom yang sama, 46. sedangkan kera 48. tentu hal ini menunjukkan bahwa kemiripan DNA tidak dapat dijadikan sebagai bukti evolusi.
berbagai bantahan-bantahan jelas telah meruntuhkan teori evolusi Darwin yang sama sekali tak ada landasan ilmiah. dan telah jelas dalam kitab suci al-Quran surat al-Hijr ayat 28 Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sungguh Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.'."
sangat jelas dan sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan kera.
evolusi menyebut variasi dalam suatu spesies sebagai bukti kebenaran teorinya. namun, menurut Harun Yahya, variasi bukan bukti evolusi karena variasi hanya merupakan hasil kombinasi informasi genetis yang telah ada. sebagai contoh, Darwin menyatakan bahwa paus berevolusi dari beruang yang berusaha berenang. pendapat ini jelas dibantah oleh Harun Yahya. ia berpendapat bahwa ilmu pengetahuan abad 21 telah menunjukkan bahwa skenario evolusi hanya khayalan.
kemudian mengenai kemiripan struktural antara spesies yang berbeda atau yang disebut homologi, Darwin menyatakan bahwa manusia memiliki kekerabatan dengan kera jika dilihat dari beberapa persamaan struktur tubuh seperti kelenjar susu yang terletak di dada, struktur, jumlah dan macam kerangka, susunan kimia organ darah dan bentuk rahim dengan tipe simpleks.
menurut Harun Yahya, homologi merupakan argumen menyesatkan dan belum pernah dibuktikan oleh satu temuan konkret pun hingga saat ini. justru fakta menunjukkan bahwa kode genetis beberapa makhluk yang memiliki organ homolog, sama sekali berbeda satu sama lain.
contoh mencolok misalkan pada kemiripan struktur mata manusia dengan gurita, tentu saja manusia dengan gurita merupakan 2 spesies yang jauh berbeda.
belum lagi pernyataan Darwin mengenai kemiripan besar antara DNA manusia dengan DNA kera. jika hal ini benar, maka manusia memiliki kerabat lebih dekat dengan kentang, dibanding kera. manusia dan kentang memiliki jumlah kromosom yang sama, 46. sedangkan kera 48. tentu hal ini menunjukkan bahwa kemiripan DNA tidak dapat dijadikan sebagai bukti evolusi.
berbagai bantahan-bantahan jelas telah meruntuhkan teori evolusi Darwin yang sama sekali tak ada landasan ilmiah. dan telah jelas dalam kitab suci al-Quran surat al-Hijr ayat 28 Allah berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sungguh Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.'."
sangat jelas dan sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan kera.
Jumat, 29 Maret 2013
white confession
jangan pernah menyerah dalam setiap langkah..
jangan pernah putus asa dalam setiap usaha..
tabah sampai akhir (sapala 67)
aku mau bersama anak sapala,
yang selalu menghargai hidup..
menghargai di setiap titik peluh dalam hidup,
yang bisa memaknai di setiap desah nafas perjuangan,
yang tak pernah menyia-nyiakan hidup,
selalu mengagungkan sang Pencipta,
memiliki keteguhan kuat dalam lubuk hati,
terpatri dalam jiwa dan raga,
menghargai setiap pengorbanan,
selalu mencintai anugerah yang telah diberi oleh sang Maha Pemberi, selalu merasa dekat dan terawasi,
bisa bersyukur akan setiap ketentuanNya,
mengharap keridhaanNya,
untuk 'anak sapala' yang telah mengisi hatiku..
terimakasih..
meskipun gunung yang kau daki terkadang 'berabu', tapi kau tak pernah mencoba 'berabu'..
*karena kekasih seorang pendaki itu anugerah..
[edelweis itu saksi bisu tentang keindahan cinta yang telah terukir]
jangan pernah putus asa dalam setiap usaha..
tabah sampai akhir (sapala 67)
aku mau bersama anak sapala,
yang selalu menghargai hidup..
menghargai di setiap titik peluh dalam hidup,
yang bisa memaknai di setiap desah nafas perjuangan,
yang tak pernah menyia-nyiakan hidup,
selalu mengagungkan sang Pencipta,
memiliki keteguhan kuat dalam lubuk hati,
terpatri dalam jiwa dan raga,
menghargai setiap pengorbanan,
selalu mencintai anugerah yang telah diberi oleh sang Maha Pemberi, selalu merasa dekat dan terawasi,
bisa bersyukur akan setiap ketentuanNya,
mengharap keridhaanNya,
untuk 'anak sapala' yang telah mengisi hatiku..
terimakasih..
meskipun gunung yang kau daki terkadang 'berabu', tapi kau tak pernah mencoba 'berabu'..
*karena kekasih seorang pendaki itu anugerah..
[edelweis itu saksi bisu tentang keindahan cinta yang telah terukir]
Jumat, 15 Maret 2013
cahaya bintang yang hilang
Ku pandang langit, penuh bintang bertaburan..
Berkelap-kelip, seumpama intan berlian..
Tampak sebuah lebih terang cahayanya..
Itulah bintang ku, bintang kejora yang indah selalu..
Masih ingat lirik lagu di atas? Ya! Tepat sekali.
Itu lagu masa kanak-kanak kita; "Bintang Kejora". Selintas, lagu Bintang Kejora hanya sebuah lagu penghibur anak-anak di malam hari.
Tapi, tahukah kamu, makna tersirat dari lagu itu?
coba, bayangkan bila anak-anak tak pernah melihat bintang di malam hari, mungkin lagu Bintang Kejora tak akan pernah ada. Itulah kenyataan yang sedang terjadi dewasa ini. Kita yang sekarang, bisa disebut 'anak-anak' yang tak melihat bintang. Nah, lho? Mengapa demikian?
Lazimnya, di malam hari, kita bisa melihat milyaran bintang bertaburan bagai mesis di atas roti. Tapi, itu terjadi jika langit malam berwarna hitam bersih atau bisa dikatakan ketika langit malam cerah.
Miris bagi kita yang hidup di bumi 'zaman modernisasi' sekarang. Kepadatan yang terjadi, terutama di kota-kota, pembangunan-pembangunan yang terus dilakukan membawa dampak buruk bagi langit malam kita.
Langit malam tak lagi berwarna hitam bersih. Lampu-lampu bangunan, jalan raya, kendaraan dan lain sebagainya menghambur ke langit. Akibatnya, langit malam terkena polusi cahaya, menjadikannya berwarna kekuning-kuningan. Dan yang pasti, menutup gemerlapnya cahaya bintang.
Berbicara mengenai polusi, kita semua mengetahui sama sekali tak ada dampak positif yang dihasilkan. Dari berbagai macam jenis polusi, polusi cahayalah yang paling tak disadari dampaknya. Masih banyak orang yang terkesan acuh dengan fenomena langit malam yang tak lagi bersih. Mereka tidak menyadari kalau mereka telah kehilangan sesuatu. Cahaya Bintang.
Berkelap-kelip, seumpama intan berlian..
Tampak sebuah lebih terang cahayanya..
Itulah bintang ku, bintang kejora yang indah selalu..
Masih ingat lirik lagu di atas? Ya! Tepat sekali.
Itu lagu masa kanak-kanak kita; "Bintang Kejora". Selintas, lagu Bintang Kejora hanya sebuah lagu penghibur anak-anak di malam hari.
Tapi, tahukah kamu, makna tersirat dari lagu itu?
coba, bayangkan bila anak-anak tak pernah melihat bintang di malam hari, mungkin lagu Bintang Kejora tak akan pernah ada. Itulah kenyataan yang sedang terjadi dewasa ini. Kita yang sekarang, bisa disebut 'anak-anak' yang tak melihat bintang. Nah, lho? Mengapa demikian?
Lazimnya, di malam hari, kita bisa melihat milyaran bintang bertaburan bagai mesis di atas roti. Tapi, itu terjadi jika langit malam berwarna hitam bersih atau bisa dikatakan ketika langit malam cerah.
Miris bagi kita yang hidup di bumi 'zaman modernisasi' sekarang. Kepadatan yang terjadi, terutama di kota-kota, pembangunan-pembangunan yang terus dilakukan membawa dampak buruk bagi langit malam kita.
Langit malam tak lagi berwarna hitam bersih. Lampu-lampu bangunan, jalan raya, kendaraan dan lain sebagainya menghambur ke langit. Akibatnya, langit malam terkena polusi cahaya, menjadikannya berwarna kekuning-kuningan. Dan yang pasti, menutup gemerlapnya cahaya bintang.
Berbicara mengenai polusi, kita semua mengetahui sama sekali tak ada dampak positif yang dihasilkan. Dari berbagai macam jenis polusi, polusi cahayalah yang paling tak disadari dampaknya. Masih banyak orang yang terkesan acuh dengan fenomena langit malam yang tak lagi bersih. Mereka tidak menyadari kalau mereka telah kehilangan sesuatu. Cahaya Bintang.
Langganan:
Postingan (Atom)
